Jumat, 14 September 2018

MEMPERBAIKI KETAUHIDAN

| September 14, 2018 |
MEMPERBAIKI KETAUHIDAN

Tauhid merupakan pondasi utama yang harus dimiliki dg baik dan kokoh oleh setiap pribadi muslim.

Ibarat , seseorang yang ingin membangun sebuah bangunan yang kokoh, maka langkah pertama yg harus dilakukan adalah membuat sebuah pondasi yang sangat kuat. Karena seandainya pondasi sebuah bangunan itu tidak kuat atau lemah, sudah pasti ketika ada gempa, badai , goncangan , pasti akan roboh atau ambruk.

Ibarat lain adalah bagaikan sebuah pohon. Pohon ini akan berdiri tegak , ketika akarnya tertancap kuat ke dasar bumi. Ditempa badai, angin, goncangan atau apapun maka ia akan tetap berdiri tegak .

Begitu pula TAUHIID yang ada dalam diri kita,  seandainya kita ingin menjadi pribadi yang kokoh, yang tak mudah goyah di terpa badai kehidupan, goncangan ataupun ujian kehidupan yang lain, maka kuncinya adalah harus memiliki TAUHIID yang benar dan kokoh.

Allah SWT gambarkan dalam firman-Nya,

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ

Tidakkah kamu memperhatikan bagai-mana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit, ( QS. Ibrahim 14:24 ).

وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ ٱلْأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍ

Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun. (QS.Ibrahim 14:26 ).

Kenapa TAUHIID ini sangat penting ?

1. Sarana menyampaikan seseorang agar bisa kembali ke hadapan Allah SWT dengan meraih Kebahagiaan.

وَجَعَلَهَا كَلِمَةًۢ بَاقِيَةً فِى عَقِبِهِۧ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Dan (Ibrahim) menjadikan (kalimat tauhid) itu kalimat yang kekal pada keturunannya agar mereka kembali. ( QS. Az-Zukhruf 43:28 ).

إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih ( TAUHIID ). (QS.Ash-Syu'ara' 26:89 ).

2. TAUHIID adalah tujuan penciptaan manusia dan tujuan utama dakwah para nabi dan rasul.

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (QS.Azh-Zhariyat 51:56 ).

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا ٱلطَّٰغُوتَۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ ٱلضَّلَٰلَةُۚ فَسِيرُوا فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ

Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah Thagut”, kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS.An-Nahl 16:36 ).

3. TAUHIID adalah sumber kemerdekaan, keamanan dan bimbingan Allah SWT.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوٓا إِيمَٰنَهُم بِظُلْمٍ أُولَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk. (QS. Al-An'am 6:82 ).

4. TAUHIID adalah hak Allah SWT atas hambaNya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

حَقَّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Hak Allah atas hambanya adalah agar mereka beribadah kepadaNya dan agar mereka tidak menyekutukanNya dengan suatu apapun.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

5. Sarana menuju Sukses dan Bahagia Dunia dan Akhirat.

مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ‌و حَيَوٰةً طَيِّبَةًۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman ( TAUHIID ), maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik ( di Dunia ) dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan ( di Akhirat ). (QS.
An-Nahl 16:97 ).

______

Allaahumma innii astaudi'uka maa 'allamtaniihi fardudhu ilayya 'inda haajatii ilaihi wa laa tansaniihi yaa robbal-'aalamiina.

Artinya : “Ya Allah sesungguhnya saya menitipkan kepada Engkau ilmu-ilmu yang Engkau ajarkan kepada saya dan Kembalikanlah kepada saya sewaktu saya butuhkan kembali dan janganlah Engkau Lupakan saya kepada ilmu itu, Wahai Tuhan seru sekalian alam”. 

📌Salam Safa Al Qur'an
by Abu Al Mubarak
Back to Top