Senin, 17 September 2018

MANUSIA sebagai al ins

| September 17, 2018 |
MANUSIA sebagai al ins

Di dalam Al Qur'an sebutan manusia disebut dg bentuk al ins, yang mana kedudukannya adalah sebagai manusia yang di berikan amanah dan tugas yang mulia. Serta di kaitkan dengan al jin.

Allah SWT berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya setiap aktivitas yang mereka lakukan dalam rangka beribadah (mengabdi) kepada-Ku. (QS.51.adz dzariyat : 56 ).

Dari ayat di atas , maka dapat  di fahami,
1. Tujuan penciptaan manusia ( al ins) dan juga al jin, adalah bagaimana agar setiap aktivitas nya dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Yakni Bertauhid, sebagaimana misi para nabi dan rasul diutus ke muka bumi.
Allah SWT berfirman,

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أَمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja / tauhiid), dan jauhilah thagut itu. [An Nahl:36].

وَمَآأَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلاَّنُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لآ إِلَهَ إِلآ أَنَا فَاعْبُدُونِ

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya : “Bahwasanya tidak ada Ilah(yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku (Tauhiid ).”. [Al Anbiyaa’:25].

thagut secara bahasa adalah melampaui batas, sedangkan secara istilah adalah segala sesuatu yang menyebabkan seorang hamba melebihi batasannya, baik itu sesuatu yang diibadahi, diikuti, atau ditaati dibandingkan kepada Allah dan RasulNya.

Dan kedudukan manusia disini sebagai Abdullah( hamba Allah/menghamba/mengabdi kepada Allah SWT). Yang hanya beribadah hanya kepada Allah SWT saja.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (QS. Al-Fatihah 1:5 ).

2. Manusia yang kedudukannya sebagai manusia yang terbaik ( da'i Allah ),  yang tidak hanya ingin Sholeh /baik sendiri, akan tetapi mensholehkan Manusia yang lain.

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. ( QS. Ali-Imran 3:110 )

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِۚ وَأُولَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.( Qs.Ali-Imran 3:104 )

3. Manusia yang kedudukannya di amanahi sebagai Khalifah, yakni penerus, pemimpin, dan pemakmur/pemelihara.
Allah SWT berfirman,

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah [2]: 30).

Perlu di fahami :
#. Ketika kedudukan manusia sebagai Khalifah, maka ada 2 potensi buruk yang melekat pada dirinya yang harus diwaspadai ,
1. Membuat kerusakan di muka bumi
2. Membuat pertumpahan darah dengan sesama

#. Ketika kedudukan manusia sebagai Khalifah, maka pasti akan dihadapkan dengan hamba-hamba lain yang merasa tidak senang, memiliki sifat dengki/jasad dan merasa Sombong , merasa tersaingi , merasa lebih baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya Iblis , ia dari kalangan jin yang memiliki sifat dengki dan sombong yang tak mau melaksanakan perintah Allah SWT dan merendahkan hamba yang lain.

#. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, manusia pastikan akan dihadapkan dengan berbagai rintangan , hambatan, ujian dan juga MUSUH. Baik dari manusia itu sendiri maupun dari bangsa JIN.
Maka dalam pelaksanaan tugas dan amanahnya, manusia sebagai al ins, terbagi 2 golongan :
1. Ada yang Sholeh atau taat atau melaksanakan perintah Allah SWT.
2. Ada yang Tholeh atau tidak taat atau ingkar kepada Allah SWT.

Konsekuensi dari keduanya , maka telah di siapkan SURGA atau Neraka.

يَٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ءَايَٰتِى وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَاۚ قَالُوا شَهِدْنَا عَلَىٰٓ أَنفُسِنَاۖ وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَٰفِرِينَ

Wahai golongan jin dan manusia! Bukankah sudah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, mereka menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini? Mereka menjawab, “(Ya), kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.” Tetapi mereka tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang kafir. (QS.Al-An'am 6:130 )

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا رَبَّنَآ أَرِنَا ٱلَّذَيْنِ أَضَلَّانَا مِنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ نَجْعَلْهُمَا تَحْتَ أَقْدَامِنَا لِيَكُونَا مِنَ ٱلْأَسْفَلِينَ

Dan orang-orang yang kafir berkata, “Ya Tuhan kami, perlihatkanlah kepada kami dua golongan yang telah menyesatkan kami yaitu (golongan) jin dan manusia, agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami agar kedua golongan itu menjadi yang paling bawah (hina).” (QS. Fushshilat 41:29 )

barakallu fiikum

📌Salam Safa Al Qur'an
by Abu Al Mubarak
Back to Top