Template By : Kaos Dakwah Islami

Kamis, 20 September 2018

HAKIKAT HIDUP

HAKIKAT HIDUP

Mau di bawah kemanakah hidup kita ini ?

Sudahkah kita memahami hakikat hidup ini dengan baik?

Bukankah Hidup ini hanya sebentar saja? ..

Renungkan lah firman Allah SWT ini...

قَٰلَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ

Dia (Allah) berfirman, “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” ( QS. Al-Mu'minun 23:112 ).

Hayoo....berapa lama kita tinggal di bumi ? 50th...60th...70th...100th....atau 1000th...?

Adakah orang yang menginginkan usianya hingga 1000th ? .. Ada, yakni orang yang SERAKAH terhadap Dunia ini.

Allah SWT berfirman,

وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ ٱلنَّاسِ عَلَىٰ حَيَوٰةٍ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُواۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِۧ مِنَ ٱلْعَذَابِ أَن يُعَمَّرَۗ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا يَعْمَلُونَ

Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka, ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah 2:96 ).

Padahal kalaupun usia kita 1000 tahun...., Tetap saja Hidup kita ini Hanya Sebentar saja ( sehari ) bila di banding dg kehidupan Akhirat.

Allah SWT berfirman,

قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَسْئَلِ ٱلْعَآدِّينَ

Mereka menjawab, “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung.” ( QS.
Al-Mu'minun 23:113 ).

Coba kita Hitung yuk....jatah hidup di dunia ini bila dibandingkan dg Akhirat.

Ingat.... 1 hari di akhirat = 1000 tahun di dunia.

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلْعَذَابِ وَلَن يُخْلِفَ ٱللَّهُ وَعْدَهُ‌وۚ وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ

Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. (QS.Al-Hajj 22:47 )

1 hari akhirat   = 1000 tahun,
24 jam akhirat = 1000 tahun,
3 jam akhirat   = 125 tahun,

1,5 jam akhirat = 62,5 tahun.

Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja.

Sangat sebentar sekali belum dikurangi masa tidur, dan masa kegiatan lainnya...yg mana kita tidak ingat kepada Allah SWT.

قَٰلَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًاۖ لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Dia (Allah) berfirman, “Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui.” ( QS.Al-Mu'minun 23:114 )

Kalau hidup yang sebentar ini mau dibawa kemana? Mau digunakan u apa?....

Apakah hidup ini hanya sekedar main-main dan Senda gurau saja?

Apakah kita ini menganggap akan selamanya hidup dalam dunia ini ?

Renungkan lah.....

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَٰكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? ( QS. Al-Mu'minun 23:115 ).

........

📌Salam Safa Al Qur'an
by abu Al Mubarak
| September 20, 2018 |

Rabu, 19 September 2018

RENUNGKAN lah, FIKIRKANLAH, dan FAHAMI LAH tentang HAKIKAT HIDUP MANUSIA

RENUNGKAN lah, FIKIRKANLAH, dan FAHAMI LAH tentang HAKIKAT HIDUP MANUSIA

Saudaraku..
Allah SWT mengajak kepada kita agar senantiasa memikirkan Hakikat Hidup Ini dalam kehidupan dunia. Karena tidaklah Allah SWT menciptakan Manusia ( Diri ini ) begitu saja....tanpa adanya tujuan dan pertanggung jawaban...

Allah SWT berfirman,

أَيَحْسَبُ ٱلْإِنسَٰنُ أَن يُتْرَكَ سُدًى

Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? ( QS. Al-Qiyamah 75:36 ).

Hendak dibawa kemana Hidup ini?
فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ

maka ke manakah kamu akan pergi? ( QS. At-Takwir 81:26 ).

Bahkan Allah SWT bertanya kepada manusia akan hakikat hidup ini...

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَٰكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? ( QS. Al-Mu'minun 23:115 ).

Bukankah kita ini diciptakan oleh Allah SWT ?, Bukankah kita ini milik Allah SWT dan pasti akan dikembalikan kepada Allah SWT?

وَٱتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizhalimi (dirugikan). ( QS. Al-Baqarah 2:281 ).

Dan setiap orang akan bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukannya.

يَوْمَ يَتَذَكَّرُ ٱلْإِنسَٰنُ مَا سَعَىٰ

yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, ( QS. An-Nazi'at 79:35 ).

Dan kita tak bisa lari dari apa yang kita lakukan.

يَقُولُ ٱلْإِنسَٰنُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ ٱلْمَفَرُّ

pada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari?”. ( Al-Qiyamah 75:10 ).


كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.  ( QS. Al-'Ankabut 29:57 )

Ingatlah...Hidup ini hanyalah SEBENTAR saja...

يَوْمَ يَدْعُوكُمْ فَتَسْتَجِيبُونَ بِحَمْدِهِۧ وَتَظُنُّونَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا

yaitu pada hari (ketika) Dia memanggil kamu, dan kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, (rasanya) hanya sebentar saja kamu berdiam.
( QS. Al-Isra' 17:52 ).

قَٰلَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًاۖ لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Dia (Allah) berfirman, “Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui.” ( QS. Al-Mu'minun 23:114 ).


قُل لَّن يَنفَعَكُمُ ٱلْفِرَارُ إِن فَرَرْتُم مِّنَ ٱلْمَوْتِ أَوِ ٱلْقَتْلِ وَإِذًا لَّا تُمَتَّعُونَ إِلَّا قَلِيلًا

Katakanlah (Muhammad), “Lari tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika demikian (kamu terhindar dari kematian) kamu hanya akan mengecap kesenangan sebentar saja.” ( QS. Al-Ahzab 33:16 ).

كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوٓا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَىٰهَا

Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari. ( QS. An-Nazi'at 79:46 ).


Mau dibawa kemana hidup yang sebentar ini.....

Mau ngapain hidup yang sebentar ini....

Bagaimana pertanggungjawaban kita nanti di hadapan Allah SWT....
| September 19, 2018 |

Selasa, 18 September 2018

MANUSIA sebagai al Insan (2)

MANUSIA sebagai al Insan

Kedudukan manusia sebagai al insan di dalam Al Qur'an lebih menyoroti fungsinya kepada pemanfaatan segala potensi yang ada pada dirinya dan yang telah di anugrah kan padanya, potensi jasad, pendengaran, penglihatan, hati nurani, dan organ lainnya agar di gunakan u banyak BERFIKIR atau Merenung.

Apa yang harus di Direnungkan?

1#. RENUNGKAN terkait penciptaan STRUKTUR TUBUH yang INDAH

Allah SWT berfirman,

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, (QS. At-Tin 95:4 ).

وَفَضَّلْنَٰهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

... dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. ( QS. Al Isra : 70 ).

Manusia adalah sesosok makhluk yang dapat berjalan tegak dengan berpijak pada kedua kakinya dan makan dengan kedua tangannya. Sedangkan makhluk lain dari berbagai macam binatang berjalan dengan keempat kakinya dan makan dengan mulutnya. Selain itu, Allah juga memberikan pendengaran, penglihatan, dan hati yang dengannya ia dapat memahami, mengambil manfaat, dan membedakan banyak hal, mengetahui manfaat dan keistimewaan serta bahayanya dalam urusan agama dan juga duniawi.

Saudaraku..
Bila kita tak memikirkan karunia Allah SWT ini dan memanfaatkannya dengan BAIK.  Maka kita akan jatuh kepada KEHINAAN.

ثُمَّ رَدَدْنَٰهُ أَسْفَلَ سَٰفِلِينَ

kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, ( QS. At-Tin 95:5 ).

Maka manusia akan berada pada KERUGIAN.

إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ

sungguh, manusia berada dalam kerugian,
( Qs. Al-'Ashr 103:2 ).

Orang-orang yang tidak RUGI adalah mereka yang senantiasa memanfaatkan dirinya untuk....

1. Selalu BERIMAN
2. Selalu BERAMAL SHALEH
3. Selalu Menasehati dalam KEBENARAN ( DAKWAH )
4. Selalu Menetapkan dalam KESABARAN.

Atau JANGAN sampai kita termasuk golongan yang TERLAKNAT

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

{ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ }

“Dunia itu terlaknat dan segala yang terkandung di dalamnya pun terlaknat, kecuali orang yang berdzikir kepada Allah, yang melakukan ketaatan kepada-Nya, seorang ‘alim atau penuntut ilmu syar’i.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah. )

barakallu fiikum

📌 Salam Safa Al Qur'an
by Abu Al Mubarak
| September 18, 2018 |

Senin, 17 September 2018

MANUSIA sebagai al ins

MANUSIA sebagai al ins

Di dalam Al Qur'an sebutan manusia disebut dg bentuk al ins, yang mana kedudukannya adalah sebagai manusia yang di berikan amanah dan tugas yang mulia. Serta di kaitkan dengan al jin.

Allah SWT berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya setiap aktivitas yang mereka lakukan dalam rangka beribadah (mengabdi) kepada-Ku. (QS.51.adz dzariyat : 56 ).

Dari ayat di atas , maka dapat  di fahami,
1. Tujuan penciptaan manusia ( al ins) dan juga al jin, adalah bagaimana agar setiap aktivitas nya dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Yakni Bertauhid, sebagaimana misi para nabi dan rasul diutus ke muka bumi.
Allah SWT berfirman,

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أَمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja / tauhiid), dan jauhilah thagut itu. [An Nahl:36].

وَمَآأَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلاَّنُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لآ إِلَهَ إِلآ أَنَا فَاعْبُدُونِ

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya : “Bahwasanya tidak ada Ilah(yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku (Tauhiid ).”. [Al Anbiyaa’:25].

thagut secara bahasa adalah melampaui batas, sedangkan secara istilah adalah segala sesuatu yang menyebabkan seorang hamba melebihi batasannya, baik itu sesuatu yang diibadahi, diikuti, atau ditaati dibandingkan kepada Allah dan RasulNya.

Dan kedudukan manusia disini sebagai Abdullah( hamba Allah/menghamba/mengabdi kepada Allah SWT). Yang hanya beribadah hanya kepada Allah SWT saja.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (QS. Al-Fatihah 1:5 ).

2. Manusia yang kedudukannya sebagai manusia yang terbaik ( da'i Allah ),  yang tidak hanya ingin Sholeh /baik sendiri, akan tetapi mensholehkan Manusia yang lain.

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. ( QS. Ali-Imran 3:110 )

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِۚ وَأُولَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.( Qs.Ali-Imran 3:104 )

3. Manusia yang kedudukannya di amanahi sebagai Khalifah, yakni penerus, pemimpin, dan pemakmur/pemelihara.
Allah SWT berfirman,

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah [2]: 30).

Perlu di fahami :
#. Ketika kedudukan manusia sebagai Khalifah, maka ada 2 potensi buruk yang melekat pada dirinya yang harus diwaspadai ,
1. Membuat kerusakan di muka bumi
2. Membuat pertumpahan darah dengan sesama

#. Ketika kedudukan manusia sebagai Khalifah, maka pasti akan dihadapkan dengan hamba-hamba lain yang merasa tidak senang, memiliki sifat dengki/jasad dan merasa Sombong , merasa tersaingi , merasa lebih baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya Iblis , ia dari kalangan jin yang memiliki sifat dengki dan sombong yang tak mau melaksanakan perintah Allah SWT dan merendahkan hamba yang lain.

#. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, manusia pastikan akan dihadapkan dengan berbagai rintangan , hambatan, ujian dan juga MUSUH. Baik dari manusia itu sendiri maupun dari bangsa JIN.
Maka dalam pelaksanaan tugas dan amanahnya, manusia sebagai al ins, terbagi 2 golongan :
1. Ada yang Sholeh atau taat atau melaksanakan perintah Allah SWT.
2. Ada yang Tholeh atau tidak taat atau ingkar kepada Allah SWT.

Konsekuensi dari keduanya , maka telah di siapkan SURGA atau Neraka.

يَٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ءَايَٰتِى وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَاۚ قَالُوا شَهِدْنَا عَلَىٰٓ أَنفُسِنَاۖ وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَٰفِرِينَ

Wahai golongan jin dan manusia! Bukankah sudah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, mereka menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini? Mereka menjawab, “(Ya), kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.” Tetapi mereka tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang kafir. (QS.Al-An'am 6:130 )

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا رَبَّنَآ أَرِنَا ٱلَّذَيْنِ أَضَلَّانَا مِنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ نَجْعَلْهُمَا تَحْتَ أَقْدَامِنَا لِيَكُونَا مِنَ ٱلْأَسْفَلِينَ

Dan orang-orang yang kafir berkata, “Ya Tuhan kami, perlihatkanlah kepada kami dua golongan yang telah menyesatkan kami yaitu (golongan) jin dan manusia, agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami agar kedua golongan itu menjadi yang paling bawah (hina).” (QS. Fushshilat 41:29 )

barakallu fiikum

📌Salam Safa Al Qur'an
by Abu Al Mubarak
| September 17, 2018 |

Sabtu, 15 September 2018

4 KAIDAH YANG HARUS DIPAHAMI AGAR TAUHIID BERSIH.

4 KAIDAH YANG HARUS DIPAHAMI AGAR TAUHIID BERSIH.

1. Orang kafir Quraisy dahulu benar-benar Mengenal Allah SWT dan Rajin Ibadah, namun tidak membuat hatinya tunduk/berserah diri.
Mereka yakin bahwa yang memberi rezeki, menciptakan, mengatur semua ini adalah Allah SWT.

Allah SWT berfirman,

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمْ مَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?”(QS. Yunus [10]: 31)

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ

“Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?” (QS. az-Zukhruf : 87)

لَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

“Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).” (QS. al-’Ankabut: 63)

أَمْ مَنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَئِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

“Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (QS. an-Naml: 62)

Perhatikanlah! Dalam ayat-ayat di atas terlihat bahwasanya orang-orang musyrik itu mengenal Allah, mereka mengakui sifat-sifat rububiyyah-Nya yaitu Allah adalah pencipta, pemberi rezeki, yang menghidupkan dan mematikan, serta penguasa alam semesta. Namun, pengakuan ini tidak mencukupi mereka untuk dikatakan muslim dan selamat. Kenapa? Karena mereka mengakui dan beriman pada sifat-sifat rububiyah Allah saja, namun mereka menyekutukan Allah dalam masalah ibadah. Oleh karena itu, Allah katakan terhadap mereka,

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ

“Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).” (QS. Yusuf : 106)

Sedangkan Allah SWT menegaskan dalam firman Nya,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu berbuat syirik, niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi” (Qs. Az Zumar: 65).

Lalu bagaimanakah dengan kondisi umat saat ini.....?...

Saudaraku, cermatilah firman Allah ta’ala,

قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (84) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ (85) قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (86) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ (87) قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (88) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّى تُسْحَرُونَ (89)

“Katakanlah; ‘Milik siapakah bumi beserta seluruh isinya, jika kalian mengetahui ?’

 Maka niscaya mereka akan menjawab, ‘Milik Allah’.

Katakanlah,’ Lalu tidakkah kalian mengambil pelajaran ?’

Dan tanyakanlah; ‘Siapakah Rabb penguasa langit yang tujuh dan pemilik Arsy yang agung ?’ Niscaya mereka menjawab,’Semuanya adalah milik Allah’

 Katakanlah, ’Tidakkah kalian mau bertakwa’?

Dan tanyakanlah,’Siapakah Dzat yang di tangannya berada kekuasaan atas segala sesuatu, Dia lah yang Maha melindungi dan tidak ada yang sanggup melindungi diri dari azab-Nya, jika kalian mengetahui ?’ Maka pastilah mereka menjawab, ‘Semuanya adalah kuasa Allah’

Katakanlah, ’Lantas dari jalan manakah kalian ditipu? ”(QS. Al-Mu’minuun: 84-89)

.....

📌Salam Safa Al Qur'an
by Abu Al Mubarak
| September 15, 2018 |

Jumat, 14 September 2018

MEMPERBAIKI KETAUHIDAN

MEMPERBAIKI KETAUHIDAN

Tauhid merupakan pondasi utama yang harus dimiliki dg baik dan kokoh oleh setiap pribadi muslim.

Ibarat , seseorang yang ingin membangun sebuah bangunan yang kokoh, maka langkah pertama yg harus dilakukan adalah membuat sebuah pondasi yang sangat kuat. Karena seandainya pondasi sebuah bangunan itu tidak kuat atau lemah, sudah pasti ketika ada gempa, badai , goncangan , pasti akan roboh atau ambruk.

Ibarat lain adalah bagaikan sebuah pohon. Pohon ini akan berdiri tegak , ketika akarnya tertancap kuat ke dasar bumi. Ditempa badai, angin, goncangan atau apapun maka ia akan tetap berdiri tegak .

Begitu pula TAUHIID yang ada dalam diri kita,  seandainya kita ingin menjadi pribadi yang kokoh, yang tak mudah goyah di terpa badai kehidupan, goncangan ataupun ujian kehidupan yang lain, maka kuncinya adalah harus memiliki TAUHIID yang benar dan kokoh.

Allah SWT gambarkan dalam firman-Nya,

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ

Tidakkah kamu memperhatikan bagai-mana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit, ( QS. Ibrahim 14:24 ).

وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ ٱلْأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍ

Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun. (QS.Ibrahim 14:26 ).

Kenapa TAUHIID ini sangat penting ?

1. Sarana menyampaikan seseorang agar bisa kembali ke hadapan Allah SWT dengan meraih Kebahagiaan.

وَجَعَلَهَا كَلِمَةًۢ بَاقِيَةً فِى عَقِبِهِۧ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Dan (Ibrahim) menjadikan (kalimat tauhid) itu kalimat yang kekal pada keturunannya agar mereka kembali. ( QS. Az-Zukhruf 43:28 ).

إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih ( TAUHIID ). (QS.Ash-Syu'ara' 26:89 ).

2. TAUHIID adalah tujuan penciptaan manusia dan tujuan utama dakwah para nabi dan rasul.

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (QS.Azh-Zhariyat 51:56 ).

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا ٱلطَّٰغُوتَۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ ٱلضَّلَٰلَةُۚ فَسِيرُوا فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ

Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah Thagut”, kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS.An-Nahl 16:36 ).

3. TAUHIID adalah sumber kemerdekaan, keamanan dan bimbingan Allah SWT.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوٓا إِيمَٰنَهُم بِظُلْمٍ أُولَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk. (QS. Al-An'am 6:82 ).

4. TAUHIID adalah hak Allah SWT atas hambaNya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

حَقَّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Hak Allah atas hambanya adalah agar mereka beribadah kepadaNya dan agar mereka tidak menyekutukanNya dengan suatu apapun.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

5. Sarana menuju Sukses dan Bahagia Dunia dan Akhirat.

مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ‌و حَيَوٰةً طَيِّبَةًۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman ( TAUHIID ), maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik ( di Dunia ) dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan ( di Akhirat ). (QS.
An-Nahl 16:97 ).

______

Allaahumma innii astaudi'uka maa 'allamtaniihi fardudhu ilayya 'inda haajatii ilaihi wa laa tansaniihi yaa robbal-'aalamiina.

Artinya : “Ya Allah sesungguhnya saya menitipkan kepada Engkau ilmu-ilmu yang Engkau ajarkan kepada saya dan Kembalikanlah kepada saya sewaktu saya butuhkan kembali dan janganlah Engkau Lupakan saya kepada ilmu itu, Wahai Tuhan seru sekalian alam”. 

📌Salam Safa Al Qur'an
by Abu Al Mubarak
| September 14, 2018 |

Kamis, 13 September 2018

MEMELIHARA TAQWA

MEMELIHARA TAQWA

Saudara ku..
Kenapa menumbuhkan dan memelihara taqwa itu sangat penting? ....
Menumbuhkan dan menjaga taqwa sangatlah penting dalam kehidupan manusia karena manusia akan terbebas dari segala kesulitan, serta akan menyampaikan kepada tujuan hidup yakni kebahagiaan, keselamatan, kedamaian di dunia dan di akhirat.
Karena taqwa adalah Bekal yang terbaik yang harus kita tingkatkan dan  miliki dg baik.
Ibarat kita ini sedang perjalanan jauh...yang sudah pasti akan di hadapkan dg lika-liku kehidupan, ujian , musibah, halangan, tantangan, kesenangan, yg kita suka atau pun yang tidak menyukai kita, dan pasti juga akan menghadapi musuh. Nah kalau kita tidak mempersiapkan dg baik dan menjaga dg baik sudah pasti kita akan mengalami kesulitan , kepahitan dan penderitaan yg berkepanjangan. Oleh karena menjaga atau memelihara taqwa itu sangat penting.

Lalu bagaimana upaya kita untuk bisa menjaga Taqwa ini.

1. Meningkatkan dan memperbaiki KETAUHIDAN. ( Pahami Rukun Iman dengan baik ).

2. Meningkatkan dan memperbaiki IBADAH ( pahami Rukun Islam dg baik , sholat, zakat, puasa, haji/umrah, tilawah Al Qur'an, dll )

3. Meningkatkan IHSAN , yakni Berbuat baik, menempa diri dengan sifat-sifat mulia, yakni suka memberi atau berkontribusi kepada sesama, berlapang dada, memaafkan, menepati janji, bersabar, disiplin, qanaah, merasa ditatap dan di  awasi Allah SWT serta menjaga diri dari hal-hal yg dilarang Allah SWT atau sesuatu yang di ada-adakan.

Secara umum taqwa itu melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi segala apa yang dilarang Allah SWT dg penuh keikhlasan dan kepatuhan.

Orang yang bertaqwa memiliki perasaan yang sangat menguntungkan, sebab di dalam hatinya terdapat kesadaran bahwa segala perintah Allah adalah pendidikan jiwa yang akan meningkatkan kualitas jiwa manusia. Demikian pula larangan Allah adalah sesuatu yang bila diterjang akan merusak kemuliaan jiwa manusia.

Taqwa yang sebenarnya lah yang di harapkan Allah SWT.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (QS.Ali Imran (3): 102)

Taqwa merupakan ikatan yang mengikat jiwa agar tidak lepas control mengikuti keinginan dan hawa nafsunya. Dengan ketakwaan seseorang dapat menjaga dan mengontrol etika dan budi pekertinya dalam setiap saat kehidupannya karena ketakwaan pada hakikatnya adalah muroqabah dan berusaha keras mencapai keridhoan Allah serta takut dari adzab Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Manfaat Kebaikan yang di dasarkan Taqwa
1. Dipelihara dan dijaga dari musuh-musuh. QS. 3:120, 125.
2. Mendapatkan kebersamaan dg Allah SWT. QS.9:36
3. Solusi kesulitan dan solusi rezeki. QS. 65:2-3.serta kemudahan segala urusan. 65:4
4. Pengampunan Dosa dan kesalahan. QS.65:5
5. Curahan berkah dan Rahmat Allah SWT. QS. 7:96
6. Kebaikan dalam setiap amal. QS. 33:70-71
7. Kasih sayang di dunia dan akhirat serta CAHAYA kehidupan. QS.57:28

Dan kebaikan-kebaikan yang lainnya, maka oleh karena itu marilah untuk senantiasa berbekal hidup ini dg Taqwa jika kita memang termasuk yang mempergunakan akal pikiran kita dg cerdas.

..وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُوْلِي الأَلْبَابِ

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa [124] dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal”. (QS. Al Baqarah (2): 197) .


📌Salam Safa Al Qur'an
by Abu Al Mubarak
| September 13, 2018 |

Rabu, 12 September 2018

SEBERAPA BESARKAH... KEPEDULIAN MU kepada AL QUR'AN?

SEBERAPA BESARKAH... KEPEDULIAN MU kepada AL QUR'AN?

Firman Allah SWT,

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَاۚ مَا كُنتَ تَدْرِى مَا ٱلْكِتَٰبُ وَلَا ٱلْإِيمَٰنُ وَلَٰكِن جَعَلْنَٰهُ نُورًا نَّهْدِى بِهِۧ مَن نَّشَآءُ مِنْ عِبَادِنَاۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur'an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur'an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus, (QS.Ash-Syura 42:52 ).

Sadarkah diri kita...
Bahwa diri kita ini terlahir dalam kondisi tidak memiliki pengetahuan sedikitpun...namun atas karunia-Nya kita diberikan potensi yang besar u Belajar dan Peduli, agar kita mampu Bersyukur , menggunakan nikmatNya dg baik dan memberikan kemanfaatan kepada Hamba Allah SWT lainnya. QS. 16:78.

Dan juga Allah SWT telah memberikan kepada kita Al Qur'an sebagai CAHAYA, sehingga kita bisa mengetahui tujuan hidup, jalan untuk meraih bahagia, menunjukkan kepada jalan yang lurus.... Dan kita termasuk kepada hamba-hamba pilihan Allah SWT.
Tidakkah kita ini menyadarinya?....
Tidakkah kita ini mengetahui nya?

Saat kita tahu dan sadar....lalu seberapa besarkah kepedulian diri ini kepada Al Qur'an yang diberikan Allah SWT kepada kita semua , yang membawamu pada Kebahagiaan yg sebenarnya?

Jika dirimu peduli......lalu apa yang bisa engkau lakukan terhadap Al Qur'an ini?

1. Sudahkah dirimu Meyakini dg benar?
2. Sudahkah dirimu Membacanya dg benar?
3. Sudahkah dirimu Mempelajarinya dengan baik?
4. Sudahkan dirimu Mengamalkannya dg benar?
5. Sudahkah dirimu Mendakwahkannya agar orang lain meraih Kebahagiaan juga?

Apa yang sudah bisa kita lakukan.....?

Jangan sampai...sudah ada di depanmu namun engkau berpaling ?..

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ‌و مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ‌و يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ أَعْمَىٰ

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS.Thaa Ha 20:124 ).

Jangan sampai ada di depanmu..namun tidak membuatmu masuk Surga Nya...

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآۚ أُولَٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّۚ أُولَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَٰفِلُونَ

Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah. (QS.
Al-A'raf 7:179).

Jangan sampai sudah ada di depanmu...namun tidak membuatmu SEHAT, dan BAHAGIA?..

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar / obat dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zhalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian. (QS.Al-Isra' 17:82).

Tidakkah dirimu menginginkan KEMULIAAN dan SYAFAAT Adi AKHIRAT kelak?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Bacalah Al Qur’an karena sesungguhnya Al Qur’an akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim)


“Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ‘Barangsiapa yang disibukkan oleh Al Qur’an dan berdzikir kepada-Ku (hingga lalai) dari memohon kepada-Ku niscaya Aku akan memberikan yang lebih utama daripada yang telah Aku berikan kepada orang-orang yang telah meminta, dan keutamaan Kalamullah daripada seluruh perkataan lainnya sebagaimana keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” (HR. Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits Hasan) ....

Ayoo..tekadkan pada diri kita u lebih peduli lagi kepada Al Qur'an.....

Allah SWT Berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن تَنصُرُوا اللهَ يَنصُرْكُمْ وَ يُثَبِّتْ أَقْدَامَكًمْ


Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
[QS Muhammad/ 47: 7].


.........

📌Salam Safa Al Qur'an
by Al faqir Abu Al Mubarak
| September 12, 2018 |
Back to Top